Google Search

Google Custom Search
Showing posts with label Ternak Ikan Lele. Show all posts
Showing posts with label Ternak Ikan Lele. Show all posts

Sunday, March 3, 2019

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele Untuk Pemula

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.

Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan betjuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi. Pada kesempatan kali ini alamtani akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele segmen pembesaran.
Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele

Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele. Setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada.

Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita akan membahas kolam tanah, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan. Sebagai pengetahuan tambahan, silahkan baca cara membuat kolam ikan. Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut:
a. Pengeringan dan pengolahan tanah

Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering.

Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.

Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah.

Bersamaan dengan proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam. Lumpur tersebut biasanya berbau busuk karena menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan ikan.
b. Pengapuran dan pemupukan

Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor.

Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.

Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota air seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.
c. Pengaturan air kolam

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Biarkan kolam tersinari matahari selama satu minggu.

Dengan kedalaman seperti itu, sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Air kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan.

Setelah satu minggu, benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.

Pemilihan benih ikan lele

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya.

Kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. BBPBAT mengembangkan ikan lele sangkuriang karena kualitas lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.

Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan lele dan teknik pemijahan ikan lele.
a. Syarat benih unggul

Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan tersebut menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik.

Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.
b. Cara menebar benih

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan benih dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.

Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.

Menentukan kapasitas kolam

    Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.

    Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.


Pakan untuk budidaya ikan lele

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.

Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.
a. Pemberian pakan utama

Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.

Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa.

Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.

Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari.

Ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih banyak pada sore dan malam hari. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.
b. Pemberian pakan tambahan

Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.

Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.

Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.
Pengelolaan air

Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.

Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.

Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.
Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.

Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.

Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.
Panen budidaya ikan lele

Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.

Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.

Tahapan Ternak Lele Pemula Supaya Mendapat Hasil Maksimal



Ikan lele merupakan jenis ikan air tawar. Saat ini lele telah menjadi ikan favorit di kalangan masyarakat. Sehingga permintaan lele dipasaran terus meningkat. Bagi Anda yang ingin menekuni bisnis lele ini sangatlah mudah. Kebutuhan modal yang dibutukan terbilang kecil serta perawatannya sangat mudah. Prospek bisnis ternak lele pemula ini sangat menjanjikan.

Kemudahan akan berternak lele membuat jenis bisnis ini sangat cocok bagi Anda peternak pemula. Adapun aspek – aspek penting yang harus Anda perhatikan sebagai peternak pemula adalah sebagai berikut:

Ikan lele hidup pada tempat yang memiliki suhu berkisar antara 20 hingga 28
Kolam ternak lele sebaiknya tidak terkontaminasi dengan limbah industri atau pabrik.
Ikan lele sangat suka di tempatkan pada perairan yang tenang. Air keruh tidak akan menjadi Lele dapat hidup pada air dengan kadar oksigen yang rendah.
Permukaan kolam sebaiknya tidak Anda tutupi.

Tahapan Ternak Lele Pemula
Persipan kolam untuk ternak lele pemula
Sebelum pembuatan kolam, sebaiknya lahan yang Anda gunakan sudah ditentukan. Kriteria lahan yang baik untuk ternak lele pemula diantaranya adalah bisa diakses dengan kendaraan, dekat dengan sumber air serta jauh dari wilayah padat penduduk. Karena proses ternak lele ini akan menimbulkan polusi udara berupa bau tidak sedap.

Untuk ukuran lahan, dapat Anda tentukan sesuai dengan keinginan Anda. Tahap selanjutnya adala lakukan penggalian tanah dengan ukuran kedalaman 80 cm. Setelah itu masukkan terpal dengan mengikuti bentuk kolam.

Setelah pemasangan terpal, lakukan proses pengapuran menggunakan kapur dolomit. Pengapuran dilakukan untuk pembersihan dari penyakit – penyakit yang dapat menyerang ikan lele Anda. Disamping itu kapur dolomit juga berfungsi untuk mengembalikan keasaman tanah.

Langkah selanjutnya adalah memasukkan air ke dalam kolam dengan ketinggian air 30 cm. Setelah air dimasukkan kedalam kolam, sebaiknya jangan langsung dimasukkan ikan lele. Lakukan proses pendiaman kolam dilakukan selama 4 hari. Tujuannya untuk menumbuhkan plankton yang akan menjadi pakan alami lele Anda.

Memilih indukan untuk ternak lele pemula
Untuk memulai bisnis ternak lele pemula, sebaiknya Anda menggunakan indukan yang berkualitas. Untuk mendapatkan indukan yang berkualitas dapat Anda lihat pada fisik lelenya. Fisik indukan lele berkualiatas memiliki ciri fisik sebagai berikut:


Ciri pejantan lele yang baik :

  • Memiliki perut ramping dan tidak terlihat besar daripada punggungnya.
  • Bagian tulang kepala terlihat pipih
  • Warnanya lebih gelap
  • Gerakannya lincah
  • Memiliki alat kelamin yang berbentuk runcing

Ciri indukan betina lele yang baik :

  • Perut terlihat mengembang besar daripada punggung
  • Kepala terlihat cembung
  • Gerakannya lamban
  • Warna terlihat lebih cerah
  • Alat kelamin terlihat berbentuk bulat

Proses Pemijahan
Proses pemijahan merupakan tahap untuk mengawinkan penjantan dengan indukan betina. Lele yang siap kawin dapat Anda lihat dari warna kelaminnya. Untuk pejantan warna kelaminnya merah dan untuk indukan betina berwarna kuning. Sel telur ikan lele yang telah dibuahi akan menempel pada sarang dengan jangka waktu 24 jam. Setelah itu telur akan menetas dan menjadi anakan ikan lele.

Pemindahan Benih Lele
Langkah selanjutnya adalah memindahkan anakan atau benih ikan lele. Proses pemindahan harus Anda lakukan dengan hati – hati. Tahapan pemindahan benih lele yang benar yaitu mengurungangi ketinggian air di dalam kolam.
Kurangi tinggi air berkisar 10 hingga 20 cm. Setelah air berkurang, barulah Anda dapat mengambil benih atau anakan ikan lele. Gunakan penampungan sementara berupa ember yang diisi dengan air dari kolam. Disarankan lakukan pada malam hari agar menjaga suhu air di dalam kolam.

Tahap Pendederan
Tahap pendederan merupakan proses pembesaran benih hingga berukuran siap panen. Ukuran panen yang bisa dijual biasanya berkisar antara 5 hingga 7 cm atau ukuran 9 hingga 12 cm. Tapi perlu Anda ketahui, pada kolam pendederan disarankan menggunakan penutup pada permukaan kolam. Penutupan permukaan kolam dapat menggunakan eceng gondok. Hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan suhu di dalam kolam agar lele Anda tidak mudah stres. Selama di kolam pendederan Anda sebaiknya memberikan pakan secara teratur.

Pakan untuk ternak lele pemula
Faktor utama keberhasilan dalam ternak lele pemula adalah pemberian pakan. Anda harus memperhatikan pemberian pakan yang menyesuaikan dengan usia lele Anda. Untuk lele yang berumur 3 hingga 4 hari dapat diberikan pakan alami berupa plankton, cacing kecil, jentik – jentik serta kutu air.

Untuk lele yang berumur diatas dari 4 hari pemberian pakan harus kaya akan kandungan protein. Pemberian harus dilakukan secara berkala. Lakukan perawatan secara maksimal. Anda harus sering melakukan pengamatan karena umumnya anakan lele banyak yang mati setelah benih di sebar.

Perhitungan Ternak Ikan Lele Hanya Bermodalkan Rp 2Juta-an

Salah satu bisnis budidaya yang sampai kini tetap memiliki peluang yang cerah adalah bisnis budidaya pembesaran ikan lele. Seperti kita ketahui, ikan lele merupakan jenis ikan yang banyak dijadikan sebagai bahan konsumsi oleh masyarakat.

Bayangkan lakunya ikan ini, hampir di setiap warung makan menyediakan ikan lele, terutama warung makan yang buka di sore hingga malam hari.

Di kota-kota besar, konsumsi ikan lele terus meningkat sehingga membuat permintaan pasar juga meningkat. Ikan lele menjadi pilihan banyak orang sebagai pelengkap nasi karena kaya nutrisi dan harganya pun terjangkau.

Selain itu, biaya operasional untuk budidaya lebih rendah dibandingkan dengan peternakan unggas. Oleh karena itu, budidaya lele merupakan alternatif yang sangat cocok untuk para pengangguran.

Bisnis budidaya lele ini dapat dijalankan dengan tiga macam jenis kolam, yakni kolam terpal (yang paling mudah dan murah), kolam tanah, dan kolam beton. Nah, karena bisnis ini akan dijalankan oleh pengangguran yang notabene memiliki modal terbatas, maka yang dijelaskan di sini adalah analisis usaha budidaya lele di kolam terpal. Perlu diingat, sebelum benar-benar terjun ke bisnis ini, Anda harus banyak membaca tentang cara budidaya ini atau bila perlu mengikuti pelatihan khusus budidaya lele kolam terpal.

Adapun contoh analisis usaha bisnis budidaya lele di kolam terpal yang dilansir dari buku Pengangguran Kaya Raya milik Wildan Fatoni terbitan 2016:

1. Modal Investasi Awal

a. 2 buah terpal ukuran Rp600.000,00

b. Bambu Rp300.000,00

c. Paku 1 kg Rp 10.000,00

d. Lain-lain Rp 40.000,00

Total Rp950.000,00

2. Biaya operasional bulanan

a Bibit 2.000 ekor Rp500.000

b Pakan Rp 500.000

c. Vitamin obat dll Rp100.000

Total Rp1.100.000

3. Asumsi Pendapatan per Bulan

a Pendapatan asumsi panen lele total 500 kg dengan kematian sebesar 10% dengan harga Rp10.000,00/kg Rp5.000.000,00

b. Keuntungan pendapatan biaya operasional bulanan Rp5.000.000,00 -Rp1.100.000,00 = Rp3.900.000,00

Catatan: keuntungan ini adalah untuk panen pertama, untuk panen selanjutnya bisa lebih besar karena tidak perlu membuat kolam baru. Harga juga berbeda-beda di setiap kota, sehingga mempengaruhi keuntungan. Asumsi ini tidak menggunakan sewa tempat atau tanah, tetapi menggunakan lahan pribadi sehingga hemat modal awal. Asumsi ini juga tidak mempekerjakan karyawan, tetapi dijalankan sendiri.

Panduan Memulai Bisnis Budidaya atau Ternak Lele Supaya Menguntungkan

Budidaya atau ternak ikan lele adalah salah satu peluang bisnis menguntungkan yang dapat Anda manfaatkan. Di mana, lele adalah salah satu ikan tawar yang paling diminati, khususnya oleh masyarakat Indonesia. Menjalankan bisnis ikan lele pun tidak sulit, karena ikan lele termasuk ikan yang mudah didapatkan dan cara perawatannya pun lebih mudah dibanding jenis ikan lainnya. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis budidya atau ternak lele, ikutilah beberapa tips di bawah ini agar bisnis Anda berjalan dengan baik dan lebih mudah berkembang.

Hal pertama sebelum memulai bisnis budidaya atau ternak lele adalah menyediakan kolam, bisa dalam bentuk tanah, terpal, maupun semen. Pastikan kolam yang Anda buat memiliki ukuran yang besar sehingga mengurangi risiko ikan lele mati karena kekurangan oksigen. Setelah proses pengisian kolam, Anda juga harus menunggu beberapa hari sebelum menebar bibit lele ke dalam kolam. Karena, Anda harus menunggu proses pembentukan lumut dan fitoplankton yang dapat menetralkan air kolam agar tidak mudah keruh.

Dalam pemilihan bibit pun Anda tidak boleh asal-asalan. Anda harus memilih bibit lele unggul yang lebih sulit terserang penyakit, sehat, dan lebih besar. Lalu apa saja ciri bibit unggul pada lele? Bibit ikan lele yang unggul akan lebih gesit dan agresif saat pemberian makan, ukuran lele terlihat sama, warna sedikit lebih terang, dan sebagainya.

Ikan lele merupakan jenis ikan kanibal atau suka memakan sesama jenis. Jadi untung menghindari risiko kematian pada lele, Anda dapat memisahkan lele yang berukuran besar dengan lele yang berukuran kecil. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir, ikan lele memakan satu sama lain.

Kesalahan paling fatal yang dilakukan oleh peternak lele pemula adalah menebar bibit lele langsung ke dalam kolam secara berbarengan. Hal ini tentu dapat membuat bibit lele stres, sehingga menyebabkan kematian. Jadi cobalah gunakan ember, dan masukkan sebagian ember yang berisi bibit lele ke dalam kolam. Kemudian diamkan kurang lebih 30 menit agar bibit lele dapat keluar dengan sendirinya ke dalam kolam. Dalam penebaran benih, akan lebih baik jika Anda lakukan di pagi atau malam hari, karena waktu tersebut ikan lele cenderung lebih tenang.

Setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran menggunakan bak untuk memisahkan lele berukuran besar dan kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari ikan lele kecil dari kekurangan makanan karena kalah cepat dengan lele berukuran besar. Jika tidak dipisahkan, ikan lele ukuran kecil akan lambat dalam pertumbuhannya,serta dapat mengurangi risiko ikan lele besar memangsa ikan lele kecil.

Warna air kolam yang baik bagi ikan lele adalah hijau. Karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur, di mana warna hijau berarti banyak lumut di sekitar kolam. Air pada kolam ikan lele akan berubah menjadi merah ketika sudah dewasa dan siap panen. Meski, ikan lele tidak suka hidup di air jernih, Anda juga tidak boleh memasukkan sembarang air ke dalam kolam, karena Anda tidak akan tahu, apakah air tersebut mengandung bakteri atau parasit yang bisa menyebabkan penyakit pada ikan lele.

Air pada kolam akan berkurang karena proses penguapan, sehingga Anda harus rutin menambahkan air kolam ke posisi normal. Tingkat kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm, dan bulan ketiga 80 cm. Usahakan air kolam lele Anda tida terlalu dangkal, karena hanya akan membuat konsisi air dan membuat lele menjadi panas sehingga menyebabkan kematian pada lele. Anda juga bisa menambahkan tanaman air seperti eceng gondok atau talas ke dalam kolam. Dengan begitu, kolam akan menjadi teduh dan dapat menyerap racun dalam kolam.

Biasanya, ikan lele harus diberikan makan tiga kali sehari yaitu pulul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Jika Anda menemukan ikan lele aktif dan mendorongkan kepalanya, Anda bisa memberikan waktu makan tambahan. Dalam proses pakan budidaya lele, Anda dapat menggunakan pakan jenis sentrat 781-1 yang didalamnya mengandung nutrisi yang dibutuhkan lele, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Dalam pemberian pakan, Anda juga tidak boleh melakukannya secara berlebih, karena hanya dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat pakan yang mengendap dan tidak termakan oleh lele.

Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang memengaruhi jumlah produksi menurun sehingga mempersulit keberhasilan budidaya lele. Untuk pencegahan hama, Anda dapat menggunakan penghalang agar tidak ada hewan liar yang masuk ke dalam kolam. Untuk menghindari penyakit, Anda dapat memberikan obat-obatan yang tersedia di toko perikanan.

Ikan lele biasanya sudah dapat dipanen setelah 3 bulan semenjak bibit lele disebar. Pemanenan lele dapat dapat dilakukan dengan menyortir ikan yang layak dikonsumsi atau telah memiliki ukuran 4-7 ekor per kg, atau sesuai dengan keinginan pembeli.

Sebelum Anda menebar bibit baru, ada baiknya untuk membersihkan kolam untuk mengurangi kotoran atau sisa makanan ikan lele sebelumnya. Dengan membersihkan kolam, Anda juga dapat mengetahui apakah masih ada ikan lele yang tertinggal, karena jika masih ada ikan di dalam kolam dan Anda telah menebar bibit baru, maka bibit lele baru akan habis di makan ikan lele yang siap panen tersebut.

Itulah beberapa tips yang dapat Anda lakukan sebelum memulai dan saat menjalankan bisnis budidaya ikan lele. Dengan melakukan semua tips di atas, bisnis ikan lele Anda akan lebih mudah berkembang dan membuat omzet bisnis Anda meningkat. Selain melakukan tips di atas, Anda juga tidak boleh melupakan untuk mencatat seluruh keuangan bisnis, mulai dari modal, biaya yang dikeluarkan, penjualan, dan sebagainya. Anda dapat mempermudah melakukan semua pencatatan tersebut hingga menjadi laporan keuangan yang akurat melalui Jurnal.

Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda mencatat seluruh transaksi bisnis dan membantu Anda menyediakan laporan keuangan secara realtime dengan data yang lebih akurat.

Saturday, March 19, 2016

Tips Budidaya Ternak Ikan Lele Cepat Panen pada Kolam Beton


Cara budidaya ikan lele di kolam beton memang lebih mahal dibandingkan dengan budi daya ¡kan lele menggunakan terpal. Mahal bukan karena bibit atau perawatannya tapi karena kolam beton yang harus dibuat pada awal usaha. Kebanyakan pengusaha lele memilih kolam terpal atau
kolam tanah untuk melakukan budi daya ¡kan termasuk ikan lele karena lebih murah dalam pembuatannya. Padahal menggunakan kolam terpal atau tanah mempunyai banyak risiko dan mudah terserang penyakit serta hama dibandingkan dengan menggunakan kolam terpal atau tanah, kolam beton.

Cara budidaya ¡kan lele di kolam terpal dan di kolam beton tentu saja berbeda. dan mulai pembersihan sampai perawatannya. Budi daya dengan menggunakan kolam terpal atau tanah harus melakukan perawatan yang lebih dibandingkan dengan menggunakan kolam beton.

Namun sebelum melangkah bagaimana cara budidaya ikan lele di kolam beton, Anda harus mengetahui apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat kolam beton untuk budi daya lele. 


Membuat kolam beton atau semen untuk budi daya lele yang harus diperhatikan adalah dalam pembuatan konstruksi kolam. Dasar kolam arus dibuat melandai sekitar 5 derajat ke arah pembuangan air keluar untuk mempermudah dalam pergantian air.

Selain konstruksi dasar kolam yang melandai, saluran pembuangan dan kolam juga harus baik. Usahakan saluran ini bisa membuang seluruh air dan juga endapan yang dihasilkan sisa makanan. endapan lumpur, dan kotoran dan ikan lele.

Kunci keberhasilan dalam cara budidaya ¡kan lele di kolam beton yang masih baru adalah jangan langsung diberi air melainkan harus dilakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan ¡ni dilakukan agar ikan lele nantinya tidak keracunan karena kolam yang masih baru dibuat masih mengandung senyawa yang berbahaya dan masih panas. Jika tidak dilakukan persiapan yang benar, bisa jadi pembibitan yang dilakukan gagal dan tidak menghasilkan lele.

Persiapan yang dilakukan dalam cara budidaya ikan lele di kolam beton ini dilakukan kurang lebih selama 1 bulan.

Pertama yang dilakukan dalam tahap persiapan ini adalah menghilangkan racun yang ada di dalam kolam baru. Menghilangkan racun dalam kolam baru cukup mudah yaitu dengan mengisi air dalam kolam sampai setengah penuh. Kemudian masukkan batang pisang secukupnya dan biarkan sampai membusuk. Biasanya batang pisang akan membusuk sendiri setelah 2 minggu. Fungsi dan batang pisang ini adalah untuk menghilangkan racun yang ada di dalam kolam beton yang baru dibuat.

Berikutnya Setelah batang pisang membusuk kolam dibersihkan dan diberi kotoran ayam atau sapi untuk menumbuhkan pakan alami lele berupa plankton dan untuk menghilangkan bibit penyakit serta meningkatkan PH dalam air. Ingat, dalam cara budidaya ikan lele di kolam beton sangat tidak disarankan untuk menggunakan kapur dalam meningkatkan PH air. Pada kolam juga perlu untuk diberi sirkulasi air dengan menggunakan pipa selebar 1 cm yang ditutup dengan kasa. sirkulasi ini agar air tetap bersih.

Cara Budidaya Ternak Ikan Lele Cepat Panen pada Kolam Beton


Beberapa hal yang perlu Anda pahami ketika akan melakukan budidaya ikan lele di kolam beton adalah dengan mempersiapkan kolam yang landai menuju pintu keluar dengan kemiringannya sebesar 5 derajat. Pipa pembuangan air kotor hendaknya dapat juga membuang apa yang ada pada lapisan dasar, karena di sini terdapat berbagai endapan yang kotor yang harus ikut dikeluarkan ketika akan mengganti air kolam. Ternak lele kolam beton sudah banyak dilakukan oleh banyak orang, selain tahan lama, ikan lele juga akan lebih aman jika di kolam beton ini, tetapi memang membutuhkan budget yang lebih besar untuk membangun kolam beton.

Meskipun begitu, akan dengan segera mendapatkan hasil yang maksimal jika merawat ikan lele dengan baik sampai bisa dipanen. Budidaya ikan lele di kolam beton juga menjadi pilihan yang tepat jika Anda berniat memelihara ikan lele dalam jangka waktu yang lama, mengingat kolam beton ini awet atau tahan lama dan tidak mudah bocor. Mengenai kedalaman air adalah 0,5 sampai 1 meter, kemudian hendaknya diberi jarak minimal 26 cm dan bibir kolam pada permukaan air. Hal ini dilakukan agar lele tidak mudah meloncat ke luar kolam Lele sangat mudah meloncat-loncat dan meloloskan din apabila terdapat lubang atau kebocoran pada kolam ltulah sebabnya membudidayakan ikan lele di beton atau semen akan lebih aman dibandingkan budidaya ikan lele kolam terpal.

Akan lebih baik lagi jika dipasang plastik-plastik licin dan cukup tebal di pinggiran kolam untuk mengantisipasi kalau-kalau lele meloncat-loncat ke atas kolam. Hal ¡ni tentunya juga akan lebih aman dan hewan-hewan lain yang ada di luar kolam. Budidaya ¡kan lele di kolam beton mengharuskan Anda sering mengganti airnya ketika sudah kotor. Kotoran berasal dan kotoran ikan lele dan sisa-sisa makanan yang tergenang Jika dibiarkan terlalu lama sampai airnya sangat bau dan berkeruh, tidak baik untuk pertumbuhan lele. Lele akan tumbuh terhambat dan dapat berbeda ukuran antara ikan yang satu dengan yang lain meskipun usianya sama.

Benih-benih ¡kan lele yang ideal untuk dipelihara adalah dengan ukuran 3 sampai dengan 5 cm. Kemudian Anda dapat memeliharanya dengan baik dengan perawatan air maupun pakan yang tepat. Pakan untuk ikan lele dapat menggunakan bungkil kelapa, ampas tahu, bungkil kacang, dan bekicot yang dipotong-potong. Untuk mencapai usia ideal dipanen adalah sekitar 6 bulan. Pada saat ini, ukuran lele juga sudah cukup besar dan cukup banyak dagingnya. Kebutuhan air bersih dan makanan yang cukup akan membuat ketahanan hidup lele tinggi dalam artian lele tidak akan banyak yang mati sebelum dipanen.

Cara Budidaya Ternak Ikan Lele Cepat Panen Menggunakan Kolam Terpal


Budidaya ikan lele cepat panen merupakan pilihan ternak yang banyak dicari oleh para peternak lele. Budidaya dan ¡kan lele sebagai ikan air tawar tergolong bisnis yang begitu menjanjikan. Hal ini dikarenakan setiap tahun permintaan pasar terhadap ketersediaan ikan ini semakin meningkat pesat. Biasanya jenis ikan lele untuk dibudidayakan dengan mudah adalah jenis ikan lele dumbo Ikan lele ini mempunyai tekstur daging begitu renyah yang banyak digemari oleh setiap pencinta lele. Tak hanya itu, budi daya ikan lele dumbo cepat
panen ini memang memiliki keuntungan tersendiri dalam hal perawatan yang begitu mudah dan termasuk ikan yang mudah tumbuh besar.

Biasanya kondisi air untuk tempat pemeliharaan jenis ikan lele ini terbilang agak kotor, namun jenis ikan lele yang satu ¡ni mampu berkembangbiak dan bertahan hidup dengan baik. Hal inilah yang membuat budi daya ikan lele cepat panen juga bisa dilakukan melalui kolam terpal.

Lalu, apa saja keuntungan ternak ikan lele melalui kolam terpal ini?

  • Tidak membutuhkan tempat pemeliharaan berukuran besar sehingga bisa di ternak pada tempat yang sesuai berdasarkan ukuran tempat yang tersedia. misalnya di area pekarangan rumah.
  • Keuntungan budi daya ikan lele di kolam terpal juga membutuhkan biaya yang lebih murah.
  • Pemeliharaan lele tidak dipengaruhi oleh kondisi dan keadaan tanah itu sendiri.
  • Mudah dalam hal penggantian dan pengeringan air agar tetap bersih.
  • Tergolong lebih fleksibel. sehingga dapat dipindahkan jika perlu dipindahkan.
  • Mudah untuk mendeteksi adanya hama penyakit.
  • Mudah untuk mengamati perkembangan dan perubahan ¡kan lele.
  • Lebih praktis dan lebih mudah ketika waktu panen.
Agar budi daya ikan lele cepat panen ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan saat beternak ikan lele. Untuk melakukan budidaya ikan lele pada kolam terpal, besarnya kolam  harus disesuaikan berdasarkan jumlah benih ikan lele yang akan dikembangbiakkan. Anda harus mengusahakan agar kolam terpal masih tersisa beberapa area agar lele lebih mudah berpindah dan bergerak.

Tahap budidaya ikan lele cepat panen berikutnya, kita bisa mulai dengan menyiapkan terpal dengan ukuran yang sesuai beserta peralatan lainnya seperti papan, kayu, kerangka besi, dan batu bata, kawat, paku dan tali untuk penunjang dalam pembuatan kerangka.



Tipe budidaya lele ada 2 macam yaitu yaitu ternak lele pembibitan dan ternak lele konsumsi.
Ternak lele pembibitan, biasanya membudidayakan ikan lele agar dapat dijual kembali pada peternak lainnya dengan bentuk bibit atau benih lele.
Ternak lele konsumsi, lele dibudidayakan agar bisa dijual kembali dengan ukuran lele yang siap dikonsumsi/panen.