Google Search

Google Custom Search
Showing posts with label Ternak Sapi. Show all posts
Showing posts with label Ternak Sapi. Show all posts

Sunday, March 3, 2019

Promo Paket Sapi Limosin


Sapi limosin merupakan jenis sapi yang sering dijadikan ternak, karena sapi ini sangat disenangi oleh banyak masyarakat. 

Bentuknya yang sangat besar membuat harga sapi ini jauh lebih mahal daripada harga sapi lainnya Indonesia. 

Sapi limosin memiliki ciri khas dengan tipe pedaging yang berbulu berwarna cokelat tua, kecuali di bagian sekitar ambing berwarna putih serta lutut ke bawah dan sekitar mata berwarna lebih muda. 

Sapi ini pertama kali dikembangbiakkan di Perancis, dan saat ini sudah dapat ditemukan di Indonesia dengan mudah.

Sapi limosin memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1.     Sapi memiliki tinggi mencapai 1 ½ meter
  2.     Bulu diseluruh tubuhnya tebal sehingga menutupi seluruh tubuhnya
  3.     Jenis sapi limosin memiliki warna mulai dari kuning hingga merah keemasan
  4.     Memiliki tanduk dengan warna yang cerah
  5.     Ketika lahir bobot tergolong kecil hingga medium
  6.     Sapi betina memiliki bobot bisa mencapai 575 kg
  7.     Sedangkan pada sapi betina dewasa bobotnya dapat mencapai 1100kg
Ternak sapi limosin memiliki keunggulan tersendiri daripada sapi biasa, karena pertumbuhan badannya yang sangat cepat. Di dalam dunia industri peternakan sapi limosin diprediksi akan populer dan menjadi primadona baru. Sapi limosin mulai dilirik para peternak seperti halnya peternak sapi brahman dan sapi simental, karena sapi limosin sendiri memiliki pertumbuhan yang cepat dengan harga jual yang lumayan tinggi.

Walau memiliki harga jual yang tinggi dari hari ke hari, permintaan hasil ternak sapi limosin justru semakin meningkat. Hal ini sering sekali membuat para peternak dan pedagang sapi sering merasa kewalahan untuk memenuhi setiap pesanan yang masuk, karena stoke dan suplai sapi limosin masih terbilang sangat terbatas.

Ternak sapi limosin sendiri memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan sapi ternak jenis lainnya. Dengan keistimewaan paling utama adalah proses pertumbuhan sapi ini lebih cepat dan badan serta ukuran beratnya yang tinggi, sehingga jumlah dagingnya pun pasti lebih banyak. Kwalitas sapi limosin juga dinilai sangat bagus, karena memiliki kelezatan tersendiri jika dijadikan makanan. Oleh karena itu tidak mengherankan jika nilai jual sapi jenis ini jauh lebih tinggi dan mahal dari pada sapi jenis lainnya.

Keunggulan ternak sapi limosin lainnya adalah waktu yang dibutuhkan untuk penggemukan atau pertumbuhan lebih pendek dan singkat. Hal ini akan membuat para peternak lebih nyaman. Selain itu sapi ini juga lebih tahan terhadap serangan berbagai macam penyakit terutama antraks, yang beberapa waktu ini pernah merajalela dan membuat rugi banyak peternak.
 

Adapun kami sebagai peternak sapi mandiri bogor memberi range harga pada setiap sapi:
Harga Terbaik dari Kami, sesuai bobot sapi

  •     200-250 kg :15jt
  •     251-300 kg : 19jt
  •     301-350 kg : 21jt
  •     351-400 kg : 25jt
  •     401-450 kg : 26jt
  •     451-500 kg : 31jt
  •     600 kg : 42jt >

Note:
*free ongkir untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek)
*harga bisa berubah sewaktu-waktu

KABAR ANDA YANG KAMI TUNGGU :) Silahkan tinggalkan pesan di bagian komentar, kami akan segera menghubungi anda.


Wednesday, January 11, 2017

Analisis Bisnis Usaha Ternak Sapi Potong


          Sapi potong merupakan jenis ternak yang mempunyai nilai jual tinggi diantara ternak ternak lainnya. Pada umumnya masyarakat membutuhkan hewan ini untuk dikonsumsi, karena kandungan proteinnya yang tinggi. Laju pertambahan penduduk yang terus meningkat menuntut ketersediaan daging yang juga meningkat, oleh karena itu usaha sapi potong merupakan salah satu usaha yang memiliki nilai ekonomi tinggi. 
         

Friday, June 24, 2016

Turunnya Harga Daging Sapi



Hingga memasuki minggu ketiga bulan suci Ramadhan, harga komoditas pangan seperti daging sapi tak kunjung turun sesuai target yang diinginkan Presiden Joko Widodo. Presiden sebelumnya menginginkan agar daging sapi berada pada kisaran Rp 80.000 per kilogramnya. Kendati belum mencapai target, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut, penurunan harga telah terjadi dibanding harga sebelumnya.

Saturday, March 26, 2016

Perkiraan Rencana Anggaran Usaha Ternak Penggemukan Sapi



Ternak sapi potong sudah merupakan komoditi yang sudah sangat adoptik oleh masyarakat dan sangat bermanfaat, Yang mempunyai nilai bukan hanya daging, susu, tulang, tanduk, bahkan tinjanya, pun mempunyai nilal ekonomis, bisa menambah pendapatan.

Makanannya pun murah dan cukup tersedia asal mempunyai lahan, hanya terdiri dari hijauan seperti rumput rumputan, semak dan sebagian daun pepohonan. Disamping itu bisa sekaligus bisa memanfaatkan limbah hasil pertanian seperti : dedak, ampas tapioka Yang kering, jerami dan lain sebagainya.
Untuk penggemukkan sapi, hasilnya cukup memberikan nilai ekonomis sebagai contoh sapi Peranakan Ongole (PO) lokal bisa mencapai kenaikan berat badan 0,7 s/d 1,14 kg per hari atau rata rata 0,81 kg per hari (hasil. penelitian stasion penelitian ternak Grati Jatim).

Untuk sapi Peranakan Frisien Holstein (PFH) kenaikan berat badan perhari 1,04 kg (hasil uji coba di BPT HMT tahun 1994).
Sedangkan hasil persilangan sapi potong luar Negeri atau hasil anak kawin suntik rata rata 1, 1 s/ d 1,6 kg per hari.
Pupuk kandang sebagai limbah kotoran sapi punya nilai ekonomis. Selain dijual juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah, terutama dalam rehabilitas lahan kritis, atau tanaman lainnya seperti palawija maupun kebun rumput sendiri.
Masalah yang selalu menjadi kendala dalam pengembangan budi daya ternak sapi sampai saat ini adalah terbatasnya modal. Sedangkan teknik dan sarana sudah bisa diatasi oleh Instansi terkait yang organisasinya dibina melalui koperasi.

 JENIS JENIS SAPI POTONG
Sapi asli Indonesia umumnya untuk sapi kerja dan potong, sapi yang banyak terdapat di Indonesia beberapa jenis antara lain
1. Sapi Bali ;
Sebagian besar terdapat di Bali. Lombok (NTB), NTT, Sulawesi Selatan dan sebagian Jawa Timur. Saat ini sudah tersebar di daerah daerah Transmigrasi melalui Proyek IFAD seperti . Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung di Sumatera. Propinsi propinsi seluruh Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan bahkan Irian Jaya dan Timur Timur.
Keistimewaan antara lain, kesuburan tinggi, dan tahan di daerah kering dimana rumputnya tidak begitu baik sayangnya badan kecil dan pertumbuhannya juga lambat.
2. Sapi Madura ;
Terutama di Pulau Madura dan sebagian Jawa Timur saat ini juga telah disebarkan di beberapa daerah Transmigrasi, warna merah Peformans dan besar tubuh hampir sama. dengan sapi sapi lokal seperti sapi Aceh atau Pesisir. Kesuburan juga tinggi dan bisa. beradaptasi dengan baik di daerah¬-daerah kurang subur. Hanya saja badan /postur tubuh kecil.
3. Sapi Peranakan Ongole / PO. ;
Tersebar di Pulau Jawa dan Sum Barat serta Sum Utara. Berasal dari persilangan Zebu (Ongole) dengan sapi sapi lokal. Yang asli Ongole ada di Sumba yang dikenal Sumba Ongole.

Badan besar tetapi kesuburan agak rendah, angka kelahiran sekitar 15-17 bln/ekor. Lambat dewasa berat badan mencapai 300 s/d 450 kg per ekor yang betina dan 500 s/d 700 per ekor pada yang jantan.
Selain ketiga jenis sapi tersebut saat ini yaitu mulai tahun tujuh puluhan sudah dimasukkan sapi potong unggul asal Eropa /Sub. Tropis seperti : Charolcais, Simmental, Limousin, Hereford, Angus, Brahman dan persilangannya. Sapi ini di Introdosir melalui kawin suntik, sapi sapi ini sangat ekonomis apabila dipelihara secara intensif. Badan besar dimana yang jantan bisa mencapai 1 ton lebih sedangkan yang betina beratnya 550 s/d 750 kg/ekor. Cepat dewasa pertumbuhannya per hari seperti dapat di lihat tabel berikut ;
Pertambahan Berat/Hari dari berbagai Jenis Sapi : 0
No Jenis Sapi Rata-rata Pertambahan
Berat B n/hari Pertambahan Berat
Maximum hari
1 Charolais 1,30 Kg/hari 1165 Kg/hari
2. Simmental 1,30 Kg/hari 1,60 Kg/hari
3. Limounsin 1,20 Kg/hari 1,55 Kg/hari
4. Hereford 1,04 Kg/hari 1,50 Kg/hari
5 Angus 0,95 Kg/hari 1,27 Kg/hari
6. Brahman 0,91 Kg/hari 1,35 Kg/hari
7. P. Ongole 0,81 Kg/hari 1,15 Kg/hari

Sumber data: Team Tekhnis PUPT DITJEN Peternakan

Penggemukan Sapi
Dari uraian diatas nampak bahwa penggemukan sapi merupakan usaha yang cukup ekonomis, selain bisa memanfaatkan tanah kosong atau kurang subur sekaligus dapat menyerap tenaga kerja keluarga yang menganggur / meningkatkan produktifitas.
Sapi yang sudah digemukkan biasanya laku dijual per kg kira kira ½ dari harga 1 kg daging. Berat satu ekor sapi biasanya disebut berat hidup/berat badan. yang lazim disebut berat badan. Harga. per kg berat badan sapi yang siap potong dengan kwalitas selesai di kerem. (Gemuk) biasanya 1 ½ harga daging per kg bahkan bisa lebih.
Kalau. seekor sapi diperlukkan 0 ,81 kg/hari dan lama pengemukan 6 bulan maka hasilnya dapat dikalkulasikan sebagai berikut:
6 x 30 x 0,8 x Rp. 10.000,- = ± Rp. 729.00,- -per ekor

Hal ini hanya untuk PO yang baik Sedangkan untuk sapi persilangan atas hasilnya Al kenaikan berat badan perhari sekitar 1 kg, sehingga hasiInya menjadi:
6 x 30 x 1 x Rp. 10.000, = ± Rp. 900.000, per ekor

Kalkulasi ini dapat sebagai patokan apabila disertai pemberian makan yang cukup dan umur yang sesuai.

Umur Awal Penggemukan:
Lamanya penggemukan ditentukan umur bakalan yang digemukkan misalnya
Umur ± 1 Tahun lama penggemukan yang ekonomis selama. minimal 1 tahun, Umur bakalan 1 'A 2 tahun lama pengemukan 6 10 bulan. Umur lebih dali 2 ½ tahun lama penggemukan 4 6 bulan.
Harga Bakalan Saat Ini sebagai berikut :
Sapi PO : Umur ± 1 tahun ± Rp. 2.000.000,
Umur ± 1 ½ 2 tahun ± Rp. 3.000.000,
Umur ± 2 ½ tahun keatas ± Rp. 3.500.000, 4.000.000,
Kondisi sapi bakalan harus sehat tetapi tidak gemuk.

Pemberian Makanan
Agar pertumbuhan yang dicapai maksimal selama. diberi rumput yang cukup dan kwalitas baik harus diberi makanan penguat (Konsentrat). Sebagai patokan untuk hijauan diperlukan. rumput sebagai berikut untuk :
Kebutuhan standar makanan hijauan minimal 10 % dari berat badan ternak sapi. Kalau Berat Ternak 300 Kg maka kebutuhan hijauan minimal 30 Kg per hari.

Untuk Makanan penguat konsentrasi diberikan sbb :
Standar kebutuhan Makanan penguat/konsentrat adalah 1% dari Berat Badan ternak sapi.
Konsentrat bisa terdiri dari
- Dedak halus
- Ubi kayu
- Tepung ubi/ampasnya
- Bungkil
- Jagung giling
Dan dicampur garam 29 % dari berat konsentrat. Uutuk mencapai kenaikan berat badan yang tinggi konsentrat, yang diberikan harus dengan kadar protein 15 16%.
Pemberian rumput setelah pemberian konsentrat pagi, agar konsentrat bisa dihabiskan. Selanjutnya pemberian rumput minimal 4 kali per hari yaitu
Pagi sehabis pemberian konsentrat dan jam 11.00 pagi.
Jam 12.30 13.00 diberi air minum, setelah itu jam 14.00 diberi lagi rumput dan yang terakhir jam 17.00 akan lebih baik kalau malam juga diberi hijauan (rumput) masing masing 11/4 x jumlah rumput per hari ¼ bagian rumput yang disediakan. Akan lebih baik kalau pemberian rumput sampai 5 atau 6 per hari.

PERHITUNGAN ANALISA USAHA
Untuk 5 ekor sapi, rumput ditanam sendiri :
Untuk 5 ekor dibutuhkan 5 x 50 kg 250 kg rumput per hari, setahun = 365 x 5 x 150 kg = 91.250 kg atau ± 91 ton.

Produksi rumput raja 1 ha/ tahun sdd :
1.70 ton/ha/thn hasil penelitian Balai Penelitian Ternak Bogor. Dengan pemupukan urea 900 kg + kcI 150 kg + Tsp 150 kg + pupuk kandang 30 ton/thn/ha.

840 ton/ha/thn hasil uji coba BPT HMT Padang Mengatas dengan pupuk kandang 30 ton/ thn.
Hasil masyarakat sekitar Padang Mengatas saat ini ± 600 ton/thn/ha hanya pupuk kandang dan Urea seadanya.
Untuk 5 ekor sapi berat badan 400 500 kg dibutuhkan 91 ton/thn.
Equivalen dengan 91 x 1 ha = 0, 15 ha lahan.
600
Untuk 5 ekor hanya dibutuhkan lahan 0,2 ha - ¼ Ha.

Konsentrat :
Paling tinggi 3 kg/hr/ekor yang terdiri dari dedak 2 ½ kg + Bungkil ½ kg dengan nilai saat ini :
(2 ½ x Rp. 120) + ½ x Rp. 350) = Rp. 475, per ekor, per kg = Rp. 475, : 3 = Rp. 158, paling tinggi Rp. 160 dan akan disediakan KUD bekerjasama dengan kelompok.

Tenaga Kerja :
Tenaga kerja adalah tenaga kerja keluarga yang dimanfaatkan secara bersama-sama
 
ANALISA HASIL USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG PER 1 EKOR SAPI
1. Seleksi/evaluasi lapangan Rp. 10.000,-
2. Biaya Transportasi dan Akomodasi Rp. 45.000,-
3. Pembuatan Kebun Rumput + Bibit Rumput Rp. 205.000,-
4. Pembangunan Kandang Rp. 400.000,-
5. Pembelian Sapi (1 x 300 x Rp. 25.000, ) Rp. 7.500.000,-
6. Pengadaan Konsentrat x (1 x 180 x 3 Kg x Rp. 800) Rp. 432.000,-
7. Dana Kesehatan Ternak Rp. 50.000,-
8. Dana Pembinaan Rp. 58.000,-
Jumlah Kredit (Modal) yang diperlukan Rp. 8.700.000,-

KEBUTUHAN DANA UNTUK MODAL KERJA
(6 BULAN)
1 Sapi Bakalan per 1 Ekor Sapi Rp 7.500.000,-
2 Makanan Konsentrat per 1 Ekor Sapi Rp 30.000,-
3 Makanan Konsentrat per 1 Ekor Sapi / Kg Rp 432.000,-
4 Kesehatan ternak per 1 Ekor  Sapi Rp 50.000,-
5 Dana pembinaan per Unit Rp 58.000,-
6 Tenaga kerja per Orang Rp 900.000,-
Jumlah Kebutuhan Dana Untuk Modal Kerja Rp 8.970.000,-


KEBUTUHAN UNTUK DANA INVESTASI

1 Kandang Unit 400.000,-
2 Pembuatan kebun rumput Ha Rp 205.000,-
3 Peralatan kandang Unit Rp 100.000,-
4 Sumber air Unit Rp 50.000,-
5 Seleksi/ Evaluasi Lapangan per 1 Ekor Sapi Rp 10.000,-
Jumlah Kebutuhan Dana Investasi Rp 765.000,-

Monday, February 29, 2016

Update Harga Pakan Konsentrat , untuk Ternak Sapi, Kambing/Domba & Kelinci 2016



Untuk ternak Kambing/Domba & Kelinci, konsentrat memiliki spesifikasi :
1. Kwalitas terjamin, menggunakan bahan-2 baku : Tetes Tebu, Garam, Gaplek, Bungkil Sawit, Mineral, Dedak Padi, Bungkil Kopra, Wheat Bran, dll.
2. Kandungan Protein Kasar, standar.
3. Kemasan dalam karung plastik yang dilengkapi pula oleh plastic inner bag, supaya dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama.(Dengan catatan setelah digunakan diikat kembali).
4. Isi kemasan per karung : 40 kg ; 30 kg ; 10 kg.
5. Aroma Wangi dan Harum

Harga  :
  • Konsentrat Kambing/Domba Rp. 1.800,-/kg.
  • Konsentrat Kelinci Rp. 3.000,-/kg.



Khusus untuk konsentrat pakan ternak sapi potong perlu persyaratan khusus dalam asupan pakan sapi potong untuk menghasilkan tambahan berat badan yang signifikan, antara lain: Protein kasar, energi, karbohidrat, dan mineral.


Berikut ini kandungan konsentrat pakan ternak sapi potong
  1. Bahan utama  : Pollard, bungkil sawit, tepung biskuit, diproses dengan fermentasi
  2. Kandungan  : PK (Protein Kasar) 15%
  3. TDN (Kandungan Nutrisi yang dicerna) 80%
  4. Karbohidrat
  5. Serat kasar
  6. Kalsium
  7. Phospor
  8. Magnesium
  9. Kalium
  10. FeN
  11. Jodium
  12. Sodium klorin
  13. Penambahan bobot : 1 – 1.5 kg/hari.
 
Harga :
  •  Harga Konsentrat: Rp 2.500,-/kg 
  • Harga per karung 50 Kg: Rp 125.000.
catatan : harga belum termasuk ongkos kirim

Sunday, February 28, 2016

Teknik Rekayasa Supaya Sapi Ternak Lahir Kembar Dua atau Tiga



Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, Indonesia masih mengimpor sekitar sepertiga dari total kebutuhan. Agar mandiri, berbagai teknik reproduksi dikembangkan untuk meningkatkan populasi sapi.
Kelahiran sapi kembar alami jarang terjadi, karena sebagian besar sapi lahir hanya beranak satu, berbeda dengan jenis hewan ruminansia lainnya seperti kambing yang bisa beranak lebih dari satu. Banyak sekali peternak yang sering meminta agar inseminator dapat memberikan anak sapi kembar, padahal itu bukanlah hasil dari kemampuan sang inseminator, smapai saat ini yang bisa ditentukan dengan inseminasi buatan baru sebatas jenis dihasilkan (Simmental, Limosin, FH, Brangus, Angus, Ongol, Po, Brahman dan sebagainya) dan jenis kelamin yang akan dilahirkan.
Peternak mana yang tidak ingin sapi indukannya melahirkan pedet kembar, bahkan sampai kembar tiga.

Berikut ini tiga cara supaya sapi lahir kembar.

Seleksi  Genetik
Yaitu mengawinkan sapi berketurunan kembar. Bibit Sapi yang lahir kembar memiliki potensi untuk menghasilkan anakan sapi yang kembar juga, baik jenis sapi betina maupun jantan. Kelahiran ini dimungkinkan kembar karena faktor genetis saja, maka cari sapi yang lahir kembar untuk menghasilkan bibit sapi yang kembar pula.

Manipulasi Reproduksi
Dengan pemberian hormon pada sapi betina dewasa supaya menghasilkan lebih dari 1 sel telur, dan dapat dibuahi dengan spermatozoa hasil pemisahan kromosom. Tahap berikutnya, embrio hasil pembuahan akan membelah menjadi dua sel dipisahkan dengan micromanipulator, lalu dikultur hingga mencapai stadium matang dan siap dimasukkan di sisi kiri dan kanan rahim, sehingga akan menghasilkan anakan kembar.

Perpaduan Kawin Suntik atau Insemenasi Buatan dan Transfer Embrio.
Dengan secara simultan dilakukan pembuahan dengan kawin suntik dan pembuahan di luar. Sel telur yang sudah dibuahi dengan spermatozoa dalam embrio dari pembuahan luar kemudian dimasukkan ke bagian rahim sapi.

Sangat beruntung jika ditemukan kelahiran pedet kembar namun ada juga kerugiannya.
Keuntungan sapi lahir kembar:
  1. Pada satu kali proses reproduksi dihasilkan dua anakan sapi , ini tentu saja sangat menguntungkan dari segi kuantitas.
  2. Jika ditemukan kelahiran berjenis kelamin betina + betina, biasanya anakan sapi ini harganya akan lebih mahal, sebab sifat melahirkan anak kembar akan umumnya menurun.
Kekurangan sapi lahir kembar:
  1. Umumnya anak sapi kembar akan kekurangan air susu induk (khusus pada sapi potong) sehingga perkembangannya agak terhambat.
  2. Jika kelahiran Jantan + Betina, maka anakan sapi betina kemungkina besar akan mandul (tidak bisa menghasilkan keturunan). Hal ini sering disebut dengan krematin.

Jadi, pemanfaatan teknologi kelahiran sapi kembar sebagai upaya terobosan untuk meningkatkan produksi sapi dan daging nasional bukanlah hal yang mustahil. Bayangkan andai kata semua ternak betina produktif yang memiliki potensi melahirkan anak kembar dibudidayakan maka ini akan menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat perkembangan populasi sapi di Indonesia.

Memanfaatkan Limbah Pabrik sebagai Bahan Pakan Ternak Sapi



Untuk menghasilkan daging sapi yang berkualitas perlu nutrisi yang cukup. Nutrisi pakan hewan ternak bisa didapat beberapa sumber, antara lain dari limbah pertanian, limbah pabrik pangan dan hijauan.
Limbah pabrik pangan jumlahnya cukup banyak dan berlimpah apalagi dikota besar seperti Jakarta, Bogor, Bekasi dan Tangerang. Kebanyakan limbah pabrik pangan belum dimanfaatkan secara optimal.

Limbah pabrik tahu dan tempe berupa ampas tahu dan ampas tempe. Limbah ini memiliki kandungan nutrisi yang baik, antara lain protein kasar berkisar 29 persen bahkan Bungkil kedelai mencapai 44 persen. Ampas bir kandungan protein 32 persen. Ampas kecap 24 persen.

Tepung biskuit berasal dari biskuit yang rusak atau hancur akibat proses produksi, Pabrik biskuit banyak menghasilkan tepung biscuit yang banyak mengandung protein, mineral, vitamin dan energi. Sapi sangat menyukai tepung biskuit ini karena, ada rasa manis asin, dan memiliki aroma yang khas. Polar adalah kulit gandum yang merupakan sisa pemrosesan tepung gandum. Melihat tingginya kandungan protein yang berasal dari limbah pangan, makan untuk menghasilkan kwalitas daging sapi tinggal menambahkan karbohidrat dan energi yang bisa diambil dari limbah pangan barik gula yang menghasilkan tetes tebu atau molasses, juga onggok sisa limbah dari pabrik tepung tapioka.

Ampas bir sudah popular sekali dijadikan untuk pakan baik sapi ataupun ternak yang lainnya.
Mengenai ampas bir, jika dimakan oleh sapi tidak membahayakan dalam pencernaannya. Begitu juga ampas bir tidak memabukkan pada sapi. Daging sapi yang makanannya ampas bir tidak membahayakan kesehatan manusia yang mengkonsumsi daging sapi tersebut. Penggunaaan campuran ampas bir dalam pakan sapi, tidak menyebabkan perubahan bentuk, rasa dan bau dari daging sapi itu sendiri. Ampas bir memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik. Dimana kandungan Protein Kasar 33.7 persen , Serat Kasar 19.2 persen, Lemak Kasar 6.1 persen dan Total Digestible Nutrien 74 persen.

Limbah pabrik pakan di daerah Jakarta dan sekitarnya ini baru sedikit yang dimanfaatkan, sehingga apabila potensi ini digarap secara optimal maka akan menghasilkan pakan sapi yang murah dan berkualitas, sehingga bisa menekan biaya pakan sapi supaya harga sapi kita bisa bersaing dengan harga sapi impor. Dengan dipakainya limbah pabrik pangan sebagai pakan ternak akan menimbulkan efek domino yang positif, yaitu menurunkan biaya pakan sapi, membuka lapangan kerja baru dan ahirnya menghemat devisa karena mengurangi sapi impor dan akan meningkatkan kesejahteraan peternak sapi.

Tuesday, February 23, 2016

Soybean Meal sebagai Sumber Protein dalam Pakan Ternak




Soybean Meal also known as Soyabean Oil Cake is a solid residue by-product, flour, created after grinding the soybean to extract soybean oil. Soybean Flakes and 44% Protein Soyabean Meal are produced by kracking, heating and flaking soybeans and reducing the oil content of the conditioned product by the use of hexane or homologous hydrocarbon solvents. The extracted flakes are cooked and marketed as such or ground into meal. It is widely used as a filler and source of protein in animal diets, including chicken, cattle, horse, sheep, and fish feed. Soybean Flakes and High Protein or Solvent Extracted Soyabean Meal are produced by kracking, heating and flaking dehulled soybeans and reducing the oil content of the conditioned flakes by the use of hexane or homologous hydrocarbon solvents. The extracted flakes are cooked and marketed as such or ground into meal.

SoyBean Meal merupakan hasil ekstraksi dari kedelai, dimana minyak kedelai atau lecithin dikeluarkan dan merupakan by product dari kedelai itu sendiri.
Soybean Meal dikenal pula dengan sebutan bungkil kedelai, dengan berbentuk serbuk dan mempunyai aroma yang harum.
Kandungan protein yang tinggi pada kedelai, menjadikan Soyabean Meal sebagai sumber protein pada konsentrat pakan ternak. soyabean meal digunakan pada pakan untuk hampir semua jenis ternak. Mulai dari pakan ayam sampai pakan sapi.
SBM Soyabean Meal memiliki kandungan protein beragam. pada soyabean meal India kandungan protein berada dikisaran 44%. sedangkan pada soyabean meal Argentine kandungan protein bisa mencapai kandungan protein 47%.
Aplikasi persentase pemakaian soyabean meal pada konsentrat pakan ternak pun beragam. Misalnya, untuk pakan ayam, umumnya persentase SBM Soyabean Meal berada dikisaran 7-10% dari kandungan konsentrat atau pakan.
Dalam suatu penelitian menunjukkan bahwa dengan menaikkan protein kasar dari 14% menjadi 18% terhadap bahan kering dalam pakan kepada sapi dalam awal laktasi dapat meningkatkan produksi susu sebesar 2.7 lt/ ekor/ hari.Sampai saat ini Soyabean Meal masih 100% produk impor. Salah satu penyebabnya karena kedelai hanya dapat tumbuh dengan baik (memiliki kandungan protein yang tinggi) di daerah dengan hari atau siang yang panjang.


Harga fluktuatif tergantung ketersediaan antara Rp 5500 - 9500/Kg